Tropical Storm Isaac leaves ten dead in Hispaniola

first_img Tweet NewsRegional Tropical Storm Isaac leaves ten dead in Hispaniola by: – August 27, 2012 Sharing is caring! Share Sharecenter_img 10 Views   no discussions Share Tropical Storm Isaac is seen in this August 26, 2012 NASA handout satellite image as it approaches the Florida Keys. (NASA/HANDOUT)MIAMI, USA — At least two people were killed in the Dominican Republic and eight in Haiti as heavy rains and winds from Tropical Storm Isaac battered the island of Hispaniola, officials said on Sunday.The bodies of two men reported missing on Saturday in the Dominican Republic were found, media reports said, adding that the victims were swept away by swollen rivers. Nearly 13,000 others were forced to evacuate their homes.The storm damaged 864 dwellings in the Dominican Republic and left 90 towns cut off, emergency management officials said.Isaac also battered neighbouring Haiti, where at least six people were killed. As many as 5,000 people were evacuated because of flooding.Chocolate-brown water spilled through the sprawling shantytown of Cite Soleil in Port-au-Prince, collapsing scores of tents and flooding homes with three feet of water.Doctors Without Borders said it anticipated a spike in cholera cases due to flooding, and it was preparing to receive more patients.No deaths or injuries were reported in Cuba, where moderate coastal floods were reported in Baracoa, Guantanamo, and the lower coastal areas of the municipalities of Gibara and Banes, Holguin. Electric service was interrupted in Baracoa, from where 1,093 persons were evacuated due to Isaac’s heavy rains and wind of up to 53 per hour, which caused the total or partial collapse of 17 houses, according to preliminary figures.Rain continued on Saturday night in the eastern provinces, which were heavy and intense in some areas, mainly in the mountainous regions. Rain was expected to expand to the island’s central region on Sunday. Meanwhile, showers and thunderstorms remain disorganized in association with a broad area of low pressure located about 750 miles west of the Cape Verde islands. This system has the potential to become a tropical depression over the next day or two as it moves west-northwestward to northwestward at 10 to 15 mph. This system has a medium chance — 50 percent — of becoming a tropical cyclone during the next 48 hours.Caribbean News Nowlast_img read more

Tingkatkan Kualitas Layanan, MRT Singapura Gandeng McLaren Gunakan Teknologi Formula 1

first_imgLibursantai.com Moda transportasi massal semakin hari semakin berkembang dengan adanya minat ditambah antusias masyarakat yang menggunakannya setiap hari. Kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura yang menunjang transportasi masyarakatnya membuat SMRT selaku operator berupaya meningkatkan kualitas layanannya.Baca juga: Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro TaipeiSMRT baru-baru ini menggandeng McLaren Applied Technologies yang merupakan bagian dari tim Formula 1 (F1) untuk bekerja sama dalam solusi pemantauan motor, rem, sistem pneumatik dan gearbox di kereta MRT Singapura. SMRT mengatakan, data yang ada nantinya digunakan untuk pengambilan keputusan sehingga layanan bisa lebih optimal. KabarPenumpang.com melansir dari channelnewsasia.com (15/3/2018), bahwa pemantauan semacam ini menurut SMRT biasa digunakan oleh mobil balap F1 untuk memberikan informasi penting yang berasal dari pengambilan data secara spesifik dan real time pada kru dan teknisi F1.“Di Singapura, SMRT telah merintis pengembangan sensor pemantauan kondisi rel untuk meminimalkan gangguan pada layanan komuter kami, mengoptimalkan kinerja kereta api dengan mendeteksi dan memperbaiki masalah yang muncul lebih dini. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan McLaren Applied Technologies untuk meningkatkan kemampuan ini lebih jauh, menggabungkan keahlian teknik kami di bidang kereta api dengan kemampuan mereka yang terbukti memanfaatkan sensor, telemetri dan perangkat lunak di motorsport,” ujar CEO SMRT Desmond Kuek.Kuek mengatakan, teknologi McLaren ini akan disesuaikan dan dipasang pada kereta SMRT akhir tahun 2018. Sementara itu, McLaren Group Acting CEO Dick Glover mengatakan, pihaknya sangat antusias dan menyambut baik kerja sama dengan SMRT.“Kami sangat antusias untuk mengikuti langkah pertama ini di Singapura bersama SMRT, bekerja sama untuk menyesuaikan teknologi motorsport kami yang telah terbukti untuk mengoptimalkan kinerja armada dan memberikan perbaikan berkesinambungan terhadap pengalaman penumpang,” ujar Glover.Baca juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan PenumpangDiketahui, MRT Singapura kini mulai berbenah setelah beberapa masalah yang membuat layanannya terganggu pada tahun 2017 kemarin. Salah satunya adalah terowongan MRT yang tergenang banjir antara stasiun Bishan dan Braddell dan melumpuhkan perjalanan MRT selama 20 jam.Tak hanya itu, masalah tabrakan antar sesama kereta MRT pada November 2017 lalu juga mengakibatkan 29 orang luka-luka. Sehingga operasional di jalur stasiun Joo Koon menuju Tuas Link dihentikan seharian.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… Relatedlast_img read more